Cerita Sex Ngentot Dengan Cewek Malam
Cerita Sex Ngentot Dengan Cewek Malam

Cerita Sex Ngentot Dengan Cewek Malam

Posted on

Cerita Sex Ngentot Dengan Cewek Malam – Dua tahun sudah aku menjadi wanita malam. Berusaha tersenyum pada tiap pria yang melewati jalan ini. Aku ada di tempat penjualan tiket neraka. Ya, aku dan para wanita lain begitu, hanya untuk sesuap nasi. Mengasihani diri sendiri.

Cerita Sex Ngentot Dengan Cewek Malam Cerita Sex Dewasa Sedarah
Cerita Sex Ngentot Dengan Cewek Malam

Cerita Sex Ngentot Dengan Cewek Malam – Kami, hanya dibayar 200 sampai 100 ribu tiap melayani seorang pria. Oh, harusnya sangat mahal, tapi itu dulu, bukan sekarang. Kami sangat dibenci oleh masyarakat, tentu saja. Tapi mereka tahu apa soal kehidupan kami dibalik ini? Dan kalaupun mereka tahu, apa yang akan mereka lakukan untuk kami? Oh hidup ini sangat kejam.

 Seorang laki-laki berjalan menunduk ke arah kami. Dia berjalan dari arah Lampu merah depan sana. Aku memerhatikannya dari tadi. Kulihat tadinya dia akan berjalan pergi, menyebrangi zebra cross di sana. Tapi kuperhatikan, dia melirik putus asa kepada kami. Oh ya, dia memilih berjalan menuju kami. Kulihat wajahnya kusut, membawa tas kerja, dan baju kemejanya juga kusut. Kurasa dia lelah dan sedang kesal, mungkin habis dipecat bosnya? atau bertengkar dengan istrinya? aku tidak yakin.
    Lelaki itu menghampiriku dan berkata, “Saya bawa kamu.” Aku mengangguk tersenyum dan berjalan bersamanya. Wanita lain di sebelahku bersorak senang saat dia menggandengku. Tunggu, apa dia tidak membawa kendaraan? Tapi biarlah, aku senang dia membawaku, tapi aku tak tahu kenapa.
    Sudah dua jam kami berjalan-jalan saja, tanpa dia mengajakku ke sebuah tempat, tanpa kami bicara sedikitpun. Lalu dia berjalan menuju tukang bakso di sudut lingkaran taman. Dia memesankan dua mangkuk untuknya dan untukku. Kami makan tanpa bicara. Aku lalu memutuskan untuk bicara.
    “Em.. Mas, dari tadi saya bingung Mas hanya mengajak saya jalan-jalan,” kataku.
    Diam sejenak lalu.. “Saya nggak akan sentuh kamu kok,” katanya tersenyum. Aku tentu saja kaget. “Saya hanya lagi pusing dan butuh teman,” katanya.
Hari demi hari berlalu, pria itu sering sekali datang padaku dan tak pernah macam-macam denganku, tapi dia selalu membayarku walau begitu. Pria ini bernama Arya Purnama. Dia sering bercerita padaku tentang hidupnya. Pria ini adalah duda yang baru cerai dengan mantan istrinya yang selingkuh sebulan lalu. Umur pria ini 35tahun, beda dua tahun denganku yang berumur 33.
Cerita Sex Ngentot Dengan Cewek Malam – Ya, nasibnya sama denganku. Suamiku meninggal dunia dua tahun lalu. Aku menjadi janda beranak satu. Tentu aku mempunyai anak perempuan bernama Zahra, yang masih duduk dibangku kelas 2 SMP. Zahra tidak tahu pekerjaanku yang ini. Aku tak mau melihatnya sedih, apalagi akan berdampak pada masa depannya.
    Hari ini, entah kenapa aku merasa begitu sedih ketika memerhatikan Zahra yang tertidur pulas. Aku sedih karna diriku sendiri. Aku sedih memikirkan masa depan anakku. Anakku, hanya dia yang kupikirkan sekarang. Diriku telah tak berguna, tidak lagi. Tapi aku tak mau membuatnya malu karna Ibunya yang seperti ini.
    Tanpa pikir panjang, aku mengambil seluruh tabungan uangku dan meletakkannya di meja. Aku berjalan keluar rumah gubukku dengan pikiran kosong.
Cerita Sex Ngentot Dengan Cewek Malam – Hujan menerpaku dengan lembut. Lalu aku melihat pemandangan dihadapanku setelah berjalan jauh. Kendaraan yang mengebut karna jalan dini hari yang sepi banyak kuperhatikan. Lalu dengan segenap perasaan dan keberanian, aku mulai berjalan diluar jangkauan zebra cross. Berjalan dengan gontai menunggu kendaraan yang akan melindasku. Dan.. sesuatu menarikku ke belakang. Suara pria yang lembut dan panik menyamankanku.
    “Kartika! Apa kamu sudah gila?” katanya.
    Oh, aku kira aku akan masuk neraka, tapi ini adalah surga!
    “Inikah surga?” kataku kosong.
    Tapi pria itu menyuruhku membuka mata. Lalu aku membuka mata, terlihat langit hujan yang menyambar wajahku. Aku tersenyum dan bangun, memeluk pria penolongku ini.
    “Ini bukan surga, tapi malaikat,” gumamku. Pria itu menangis, aku juga. Oh ya, bayangkan seperti ini di jalanan ditengah hujan.
    “Jangan, jangan begini cara mengakhirinya… Menikahlah denganku!” erang pria ini.

“Ya, Mas Arya.”

Keyword Cerita Dewasa

  • cerita wanita malam kesepian
  • cerita sex ngentot cwe mlm sendirian kespisn
  • ngentot penjualan tiket
  • perempuan malam bugil

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *