Cerita Seks Cemburu Membawa Sensasi Sex

Cerita Seks Cemburu Membawa Sensasi Sex

Posted on

Cerita Seks Cemburu Membawa Sensasi Sex – Setelah peristiwa bersama Toni, hubunganku dgn Putri makin membaik secara kualitas, namun secara kuantitas aku agak jarang bertemu dgn Putri karena aku harus bekerja dan melanjutkan studi di luar kota. Sehingga paling 2minggu atau 3 minggu sekali aku bertemu dengannya. Perihal dgn Toni aku tak cemburu lagi dengannya, apalagi aku sudah dikenalkan juga dgn pacarnya Toni. Merry namanya. Anaknya lumayan cantik, badannya juga seksi meski teteknya tak sebesar Putri, pacarku. Kutaksir ukuran BHnya sekitar 34B.

Cerita Seks Cemburu Membawa Sensasi Sex Cerita Sex Dewasa SedarahCerita Seks Cemburu Membawa Sensasi SexCerita Sex terbaruku ini terjadi ketika aku pulang ke kota K, untuk menengok Putri. Kangenku padanya sudah nggak ketulungan, harusnya aku pulang 2 minggu lagi, tapi aku pulang seminggu lebih awal, karena udah tak tahan kangen. Sengaja Putri tak kuberi kabar untuk memberikan kejutan kepadanya, karena saat kutelepon katanya ia kangen sekali dgnku. Pagi-pagi benar aku sudah sampai di kota K, setelah melepas lelah aku meluncur naik taksi ke dekat rumah Putri. Dari wartel yg berjarak 500 m, kutelepon ke rumahnya.

“Pagi, Putrinya ada?”
“O.. Putrinya pergi baru dua menit yg lalu” Ibunya Putri yg mengangkat telephone.
“Kemana ya Bu?”
“Aduh kurang tahu ya.. Katanya mau bimbingan skripsi atau apa gitu?”
“Ya udah Bu, makasih”

Cerita Seks Cemburu Membawa Sensasi Sex – Begitu kuletakkan telepon, kulihat mobil Putri melintas di depanku, entah kenapa aku tak terlintas dalam benakku untuk mengikutnya. Kulihat Putri berdandan sangat cantik dan sexy, mungkin itu juga yg membuatku curiga karena selama ini setiap ia bimbingan, dandanannya biasa-biasa saja. Akhirnya kuminta sopir taksi untuk mengikuti mobil Putri.Setelah berjalan 3 km, tiba-tiba mobil berhenti, kemudian pintu dibuka, kulihat cowok yg sangat kukenali wajahnya, Toni teman sekampus Putri, sesaat mereka ngobrol kemudian Toni masuk ke mobil melalui sebelah kanan. Ternyata mereka ganti stir, Toni yg memegang stir kemudian Putri duduk si sebelahnya.

Beberapa saat mobil berjalan Putri menoleh ke belakang, aku terkejut langsung kutundukkan badanku agar ia tak mengenaliku. Saat ku munculkan lagi wajahku betapa terkejutnya aku ketika Putri ternyata mencium pipi Toni, kemudian ia menggelayut mesra di bahu Toni sambil Toni terus menyetir. Hampir saja kuminta sopir taksi untuk menghentikan mobil mereka, namun naluriku berkata lain aku harus ikuti kemana mereka pergi.

 

Cerita Seks Cemburu Membawa Sensasi Sex – Mobil Putri terus meluncur melewati batas kota K melewati kota U arah menuju areal wisata di kota B. Tiba-tiba badanku merinding, keringat dingin membasahi tubuhku, jangan-jangan mereka benar ke kota B, tempat aku dan Putri biasa memadu asmara. Sejenak aku diam menenangkan diri, tiba-tiba kulihat Hpku, aku ada ide coba telp HP Putri, toh ia tdk tahu kalo aku lagi pulang ke kota K.

“Hallo Sayang, lagi ngapain?”
“Eh Ryan, kupikir siapa kok nggak ada nomornya?” jawab Putri santai
“Oh iya aku pakai private number, sori belum kuganti. Lagi dimana nih?”
“Ini Ryan mau ke tempatnya Bu Ani, konsultasi skripsi”
“Emang rumahnya di mana?”
“E.. Di jl. KS..” Kudengar Putri agak gugup, ia menjawab sekenanya.

Padahal setahuku Bu Ani itu rumahnya di Jl. RHT.

“Ya udah, ati-ati ya..”
“Ok Ryan Bye, cup ah..” Gila kupikir Si Putri, dia bohongi aku tapi masih juga sempat bersikap mesra.

Dgn jawaban tadi aku yakin betul kalo Putri dan Toni sedang menuju ke tempat wisata di kota B. Terbayang di wajahku pergumulan yg pernah aku lakukan bersama Toni dan Putri, ada gairah, ada cemburu yg membara. Tapi kenapa mereka lakukan ini? Kenapa Putri menghianatiku? Kenapa Toni menyalahgunakan kepercayaanku? Bukankah kuajak dia ikut bergabung pada permainan dulu itu agar tak ada cemburu diantara kita? Kenapa mereka melakukan ini tanpa seijinku bahkan berbohong kepadaku? Sejuta pertanyaan terus melintas di kepalaku.

Aku menyalahkan diriku sendiri kenapa kuajak Toni waktu itu? Ah semuanya sudah telanjur, aku nggak bisa membayangkan lagi apa yg mereka perbuat selama ini ketika aku di luar kota. Dgn dalih skripsi mereka bebas melakukan apa saja. Di sela-sela kegundahanku tiba-tiba kuingat Merry, pacar Toni. Sedang apa kira-kira dia? Tahukah ia kalo Toni selingkuh dgn Putri. Tiba-tiba ada gairah dalam diriku untuk menikmati tubuh Merry, kubayangkan bodynya, putihnya dan pantatnya yg aduhai. Kulihat Hpku kucoba cari nomornya, ah bersyukur aku ternyata aku masih menyimpan nomornya.

“Hallo Merry?”
“Iya.. Siapa nih?”Suaranya merdu dan manja sekali.
“Ini Ryan..”
“Oh Bang Ryan. Gimana kabarnya Bang?” sapanya sangat lembut dan ramah.
“Baik.. Merry sendiri gimana? Baik juga kan?”
“Iya Bang”
“Lagi dimana nih Mer”
“Di tempat temen Bang, di U”
“Lho nggak pacaran, kan hari sabtu?”
“Aduh Bang, Toni lagi sibuk sekali akhir-akhir ini ngerjain skripsi, jangankan pacaran telp aja aku takut ganggu..

Lho bukannya Toni lagi ke dosen ama Mbak Putri? Abang di K kan? Belum ketemu Mbak Putri?” tanyanya seperti memberondong.

“Oh ya tho.. Belum tuh Put.. Eh kamu di kota U ya? Aku juga di U nih.. Gimana kalo kita ketemu, itung-itung ngilangin kangen sebagai sesama ditinggal pacar sibuk skripsi.. He.. He..” kucoba sambil bercanda sekaligus menghilangkan rasa cemburuku pada Putri dan Toni.

“Ah Abang bisa aja.. Tapi boleh juga Bang, soalnya temenku juga mau pergi bentar lagi”
“Ya udah kujemput kamu ya..” Setelah Merry memberikan alamat temennya lalu kusuruh sopir taksi meluncur ke alamat tersebut.
“Pagi Mer” Gila kulihat cantik sekali Merry pagi ini badannya yg dibalut kain ketat serta celana ketat tiga perempat seolah memamerkan semua tonjolan yg ia punya.
“Eh Abang.. Udah dateng kok cepat sekali?”
“Iya nih.. Ternyata posisiku tadi udah dekat.. Yuk” ajakku sambil mengandengnya masuk ke taksi.

Terasa harum wangi parfumnya membuat ‘adik’ku menggeliat. Setelah memasuki taksi, kemudian kami meluncur dgn cepatnya, seakan tahu betul sopir taksi itu mengarahkan ke obyek wisata B.

“Kemana kita Bang?” Tanya Merry melihat taksi ke arah B
“Gimana kalo kita ke B, sambil lihat pemandangan. Di jakarta lihatnya gedung terus sih..”
“Boleh Bang.. Siapa takut.. Asal nggak aneh-aneh aja Abang”
“Aneh-aneh gimana maksudnya?”
“Ya kan dah lama nggak ketemu Mbak Putri.. Aku nanti jadi pelampiasan lagi” katanya sambil mengerling penuh arti.
“Dasar kamu..” kataku sambil kucubit dia.

Di perjalanan kami terus bercanda, cerita kesana-kemari sampe akupun agak lupa kalo tujuanku adalah investigasi Putri dan Toni. Hingga karena taksi dikemudikan sangat cepat maka tanpa diduga sebelumnya posisi taksiku persis di belakang mobil Putri yg dikemudikan Toni.

“Bang itu bukannya mobil Mbak Putri? Yg nyetir Toni kan? Mau kemana mereka? Kok kemari?”
“Itulah yg juga Abang ingin tahu, Abang sejak tadi membuntuti mereka. Trus Abang telp Merry, eh pas di kota U juga, jadi sekalian aja pikirku. Abang juga penasaran kok Mer”
“Pantesan sibuk terus mereka, jangan-jangan”Merry tak meneruskan kata-katanya, matanya berkaca-kaca, ia rebahkan tubuhnya ke dadaku.
“Bang.. Gimana nih Bang?”
“Udahlah Mer.. Gak pa-pa.. Santai aja, toh Merry kan juga sama Abang.. Jadi satu-satu nantinya hehe”
“Ih Abang genit.. “Katanya sambil terus merapatkan ke badanku seakan nggak mau ia lepaskan.

Kulihat Merry mulai agak tenang. Taksi kami terus mengikuti arah mobil Putri, dari belakang kulihat sesekali Putri mencium Toni, kadang sebaliknya Toni yg mencium Putri.

“Ih.. Mereka genit sekali” kata Merry sebel.
“Aku cium Abang juga ah..” Tanpa peduli pada sopir taksi tiba-tiba Merry menciumku.
“Ih nakal kamu” Padahal saat itu adikku betul-betul tegang, aku bergairah melihat apa yg akan diperbuat Putri dan Toni sekaligus bergairah karena Merry terus merapat ke badanku.

Tiba di kota B. Kulihat mobil Putri belok ke arah Hotel KDR, aku hafal betul karena di tempat itu aku dan Putri sering memadu kasih, lalu kuminta sopir taksi untuk terus dulu supaya nggak ketahuan mereka kalo aku dan Merry membuntuti.

“Bang mereka ke Hotel. Mau ngapain mereka? Masak konsultasi di Hotel?” Merry semakin sebel diliputi rasa cemburu, rasa yg sama yg pernah kurasakan dulu (Cemburu Membawa Sensasi).
“Udah Mer, tenang aja nanti kita ikutin mereka” Setelah beberapa saat taksi kemudian kuminta berputar masuk ke hotel, aku berbincang-bincang sesaat dgn reseptionist yg aku udah lumayan kenal karena langganan lalu aku minta kamar di sebelah Putri dan Toni.

Sedangkan sopir taksi kuminta dia pulang setelah kubayar, karena aku berpikir pulangnya bareng sekalian dgn Putri dan Toni. Jalan menuju ke kamarku melewati depan kamar Putri dan Toni, saat aku lewat terdengar desahan-desahan yg sangat menggairahkan. Kurang ajar batinku ternyata mereka udah nggak mampu menahan lagi, tapi di sisi lain desahan-desahan itu justru membuatku terasa bergairah. Begitu masuk kedalam kamar aku dan Merry segera mencari lubang yg dapat kami gunakan untuk mengintip aktivitas Putri dan Toni, tanpa menemui kesulitan kami menemukan lubang yg mampu melihat aktivitas mereka secara jelas namun tak mungkin mereka lihat karena tempatnya sangat tersembunyi.

“Oh Put.. Aku kangen sekali ama tetekmu” ujar Toni sambil memegang dada Putri yg masih terbungkus kain lengkap. “Ohh.. Ohh.. Aku juga Ton, aku kangen ama batangmu yg tegak itu” desah Putri sambil terus mereka berciuman bibir.

Kulihat Merry begitu dongkol melihat kelakuan mereka, namun sisi laen aku juga lihat kalo Merry wajahnya merah, kuduga selain menahan amarah ia juga menahan gairah melihat aktivitas Toni dan Putri. Perlahan kuraba paha Merry yg masih terus mengintip aktivitas Toni dan Putri.

“Ohh.. Oh..” Lenguhnya tanpa menggeser posisi mengintipnya.

Sementara di seberang kamar kulihat Toni telah berhasil melucuti pakaian atas Putri hingga yg tertinggal di atas hanyalah BH Putri.

“Ohh.. Ton.. Lidahmu nakal sekali”
“Tapi kamu suka kan?”
“He eh.. Ehm.. Oh.. Terusin nakalmu Ton, lepaskan BH ku” Putri semakin bernafsu.

Aku hafal betul kalau Putri paling tdk tahan jika teteknya di pegang. Dalam sekejap BH Putri sudah terlepas dari tempatnya, kini yg nampak adalah dua buah gunung kembar yg menjulang dgn puting yg sudah mengeras. Toni dgn lahap menjilati puting tersebut.

“Ohh.. Enak sekali Ton.. Kok bisa ya sekecil ini di jilat rasanya sampe ke ubun-ubun.. Oh” lenguh Putri dgn manja menahan gairah.

Sementara aku sendiri terus bergerilya di paha Merry..

“Ough.. Ohh.. Enak Bang” “Lepasin celanamu ya..” Pintaku dgn berbisik
“Ho.. Oh” Kulepas celananya yg tiga perempat, sengaja kusisakan CD-nya biar ada sensasi tersendiri.
“Uhh.. Bang” rintihnya ketika tanganku mengucap vegynya yg masih tertutup CD, namun nampak jelas rambut-rambutnya yg hitam kecoklatan.
“Ohh.. Ouhh.. Ohh.. Kamu pintar sekali Bang” desahannya makin keras tatkala kuraba bibir vegynya yg sudah basah.

Di seberang kamar kulihat Putri dan Toni sudah tak berpakaian lagi alias telanjang bulat. Putri kulihat sedang mengoral k0ntol Toni.

“Ohh.. Put enak.. Sekali.. Oh” Toni meracau.
“Enak mana ama kuluman Merry Ton?” Tanya Putri sambil terus mengoral.
“Enakan oralmu Put”. Mendengar ucapan Toni, Merry menjadi jengkel.

Seolah ia akan membuktikan ucapan Toni, kemudian ia segera melucuti celanaku. Terpampanglah k0ntolku yg sudah tegak mengacung. Tanpa banyak basa basi ia langsung kulum k0ntolku.

“Oh.. Ohh..” Bibir tipis Merry ternyata lihai juga mengoral k0ntolku, memang kuakui bibir tebal Putri lebih mantap untuk mengulum k0ntol, namun demi menyenangkan hati Merry aku tetap memuji dia.
“Auh.. Ogh, enak.. Mer.. Bohong kalo Toni bilang enakan kuluman Putri.. Ohh..” Seakan makin bersemangat Merry terus mengocok k0ntolku dgn cepat.
“Oh.. Mer enak sekali.. Aku nggak tahan Mer..” sambil terus Merry mengulum k0ntolku, tanganku menyelusup ke dada Merry, kutemukan dua gunung yg memang nggak sebesar punya Putri.
“Ohh.. Bang.. Aku bergairah sekali.. Bang.. Oh..”

Kulihat di kamar sebelah Putri dan Toni sudah tidur berpelukan, terdengar dengkuran halus Putri yg sangat kukenal. Karena aku dan Merry terlalu asyik bermain sehingga tdk sempat melihat sampai klimaks Toni dan Putri dalam mendaki kenikmatan.

“Bang masukin punyamu Bang.. Ohh.. Aku nggak tahan lagi” perlahan kumasukin k0ntolku di Memek Merry.
“Pelan-pelan Bang.. Oh.. Nikmat.. Ohh”
“Ohh.. Ough..”
“Ouhh.. Ough.. Oghh.. Ohh”

Kami terus berpacu mengejar nafsu yg semakin membara seolah lupa kalo di sebelah ada pasangan kita masing-masing.

“Ohh.. Bang aku hampir sampe”
“He eh.. Abang juga.. Dikeluarin dimana?”
“Di luar aja Bang aku lagi subur.. Oh”
“Ya udah Merry keluarin dulu..”
“Oh.. Bang.. Oh.. Ohh” Rintihan panjang Merry mengakhiri klimaksnya.

Ia semburkan lahar basahnya ke k0ntolku, sementara k0ntolku segera kutarik dan kukgoyang-goyangkan dgn keras di atas perut Merry.

“Ohh.. Ohh” croott croottt spermaku keluar dgn derasnya di perut Merry. Kami kemudian berpelukan sangat erat.

Sementara itu di kamar sebelah Toni dan Putri masih tertidur, demikian pula dgn Merry, ia tertidur mungkin karena kecapekan. Sedangkan aku sendiri tak bisa tidur. Sambil menghisap rokok aku berpikir keras untuk menggali ide agar dapat menyelesaikan konflik perselingkuhan ini dgn happy ending dgn tanpa amarah bahkan kalo bisa dgn gairah, karena bagaimanapun awalnya aku yg salah dan aku memang sangat mencintai Putri, tapi vegy Merry pun juga lezat rasanya.

Keyword Cerita Dewasa

  • cerita slingku cna dewasa
  • Cerita Sex porno dewasa
  • Cerita Sex/porno
  • cerpen kangen abang sayang phone sex
  • gaya hot kirara asuka
  • Cerita Dewasa gairah selongkuhan 46 th
  • Cerita Sex cemburu uhh
  • cerita sensasisex
  • cerita seks sama pacar yang lagi cemburu
  • Cerita seks karena cemburu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *