Cerita Dewasa 2016 Tragedi Pemerkosaan Oleh Para Preman

Cerita Dewasa 2016 Tragedi Pemerkosaan Oleh Para Preman

Posted on

Cerita Dewasa 2016 Tragedi Pemerkosaan Oleh Para Preman | Suatu malam dimana waktu sudah menunjukan 8 malam jalan waktu itu sangat sepi sekali tidak seperti baiasanya, tetapi terdengar suara yang ramai sekali tapi tak tau dari mana bunyi tersebut, dimana cewek yang tingginya 168 cm denga tubuh langsingnya saat itu Agnes yang memakai rok mini memperepat jalannya.

Cerita Dewasa 2016 Tragedi Pemerkosaan Oleh Para Preman Cerita Sex Dewasa SedarahCerita Dewasa 2016 Tragedi Pemerkosaan Oleh Para Preman | Sekitar penduduk juga tahu katanya ada badai yang besar, dengan gugupnya Agnes mempercepat gerakan jalannya, tak taunya ada lima brandal yang sudah berencana membalasnya karena cewek tersebut mempergoki diriya sedang mencuri minuman keras, brandalan itu tubuhnya kekar dan berencana memperkosa cewek tersebut.
“Sssstttt…..hati-hati jangan berisik…..ayo sini….” Bisik Poltak sambil memberi aba-aba untuk segera maju bersembunyi dikebun rumah Agnes yang penuh semak-semak. Sementara itu Agnes tidak mengetahui kalau dirinya diikuti oleh para berandal sejak sepulang kerja tidak menaruh curiga.

Cerita Dewasa 2016 Tragedi Pemerkosaan Oleh Para Preman | Cewek itu menyalakan kran air mandi, lalu menuju kekamarnya. Agnes menyalakan lagu disco, sambil melepaskan baju kerjanya. Di kebun para berandal sudah mulai mengendap- endap sambil menyusun rencana untuk masuk ke dalam rumah.

Cerita Dewasa 2016 Tragedi Pemerkosaan Oleh Para Preman | Edi dan Jamal mendapat tugas mengawasi jalanan, sedangkan Poltak membuka pintu depan, Tengkek dan Buyung mencari jalan masuk lewat belakang. Pada saat itu secara tidak sengaja Tengkek melewati jendela kamar Agnes yang lagi membuka baju kerjanya. Roknya berada diatas ranjang, sementara Agnes yang tubuhnya cuma terbungkus kemeja kerja dan celana dalam sambil berdisco membuka kancing kemejanya.

Tengkek segera memanggil Buyung untuk melihat pemandangan itu. Mereka menelan ludah melihat Agnes yang meliuk-liuk merangsang menari disco. Ukuran dadanya yang sekitar 36B keliatan jelas banget belahannya ketika cewek itu sudah melepas kemejanya.

“Wow, Tengkek…LOOK AT HER TITS….aku ingin segera mencicipi tubuhnya….” Bisik Buyung tanpa melepaskan padangan matanya menatap tubuh Agnes yang hanya mengenakan baju dalam.

“He…he….he…sabar, Bill…nanti kita cicipi sama-sama, sampai pagi!” sahut Tengkek yang makin bernapsu melihat hal itu. Beberapa saat kemudian Agnes beranjak menuju kekamar mandi. Sementara itu Poltak yang berhasil membuka pintu depan segera memberi aba-aba pada teman-temannya untuk masuk.

Para berandal itu sudah memperhitungkan segalanya, mereka mengunci pintu dari dalam sehingga nanti mereka bebas bertindak. Kabel telpon sudah mereka putus, cewek itu tinggal sendirian dan lagi badai yang akan datang sangat menguntungkan rencana mereka.

Dengan leluasa mereka masuk ke kamar cewek itu. Jamal membuka kulkas, yang lain masuk ke kamar Agnes. Edi memeriksa lemari pakaian Agnes. “Hai….lihat apa yang kutemukan!” sambil menunjukkan barang temuannya.

Tengkek segera menyahut celana dalam itu. “Hmmmmm….mmmm…” Tengkek mencium celana dalam.“Ingat aku yang pertama bercinta dengannya!” sahutnya sambil tersenyum penuh arti. Para berandal itu tak sabar membayangkan apa yang akan mereka nikmati.

Lalu mereka mengambil posisi untuk bersembunyi. Agnes selesai mandi menuju keruang tengah. Tubuhnya hanya terbalut oleh baju dalam dan kemeja putih panjang, duduk menikmati acara TV kabel. Waktu itu pukul 20:30, cewek itu tidak menaruh curiga bahwa ada orang lain dalam rumahnya.

Tiba-tiba dari arah belakang salah seorang berandal maju mendekap tubuhnya. Agnes terkejut dan segera berontak melepaskan diri. “EVER BEEN GANG RAPED BABY? DON’T KNOW WHAT YOU BEEN MESSIN! YOU STILL REMEMBER US DON’T YOU……” ejek Edi.

Agnes segera mengenali wajah itu menjadi ketakutan sekali, ia tak menyangka kalau para berandal itu benar-benar melaksanakan ancamannya. Tengkek maju menerkamnya tiba-tiba, cewek itu menjerit ketakutan ketika berhasil dipeluk.

Ia meronta-ronta dan menendang Tengkek. Tanpa disadarinya tendangannya mengenai selangkangan Tengkek membuatnya meringis kesakitan dan melepaskan dekapannya. Agnes segera melepaskan diri dan lari menuju pintu depan.

Para berandal segera mengejarnya sambil menyorakinya. Dengan sekuat tenaga pintu depan itu berusaha dibuka, tetapi usahanya sia-sia. “Wooooo……woooooo……ha…ha…ha….ayo sayang, mau lari kemana kamu hah….ayo sini…ha…ha….ha…” Ejek para berandal yang mengejarnya dari belakang.

Agnes segera dikepung oleh para berandal. Mereka menyoraki ketidak berdayaannya. Agnes didesak terus sampai merapat kedinding, Tengkek yang tadi meringis kesakitan mulai maju. Pada saat cewek itu hampir putus asa, ia berhasil berkelit dari kepungan berandal itu, lolos dan lari menuju ke dapur,

Agnes bermaksud lari lewat pintu belakang. Para berandal segera mengejarnya lagi. Nasib sial bagi Agnes, begitu tangannya berhasil menyentuh gagang pintu, para berandal berhasil menangkapnya kembali. Rambut pirang Agnes yang panjangnya sebahu terjambak, sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa.

“Aaaahhhh….aammpun…aaah” hiba Agnes, sementara para berandal tersenyum sinis memandangnya.“Sayang…. Kami akan memberimu pengalaman yang tak akan kau lupakan! kau tadi telah merusak acara pesta kami, sekarang kau harus membayarnya dengan tubuhmu yang indah itu……ha…ha..ha…, oya kau juga akan menyesal telah menendang punyaku, akan kujoblos kau sampai mampus! ” Tengkek maju dari kerumunan temannya.

Agnes tak berdaya, rambutnya dijambak sementara tangannya dilipat kebelakang. Dari dapur ia diseret menuju ruang tamu saat itu pukul 20:45. Disana ia dikelilingi oleh kelima berandal sambil didorong-dorong.

“Sayang, kita akan berpesta denganmu!” seru Edi tak sabar sambil mendorong ke arah Buyung.“Ha…..ha…ha…. kau tak akan bisa lolos kali ini….” Ejek Buyung sambil mendekap tubuh Agnes. Mereka berteriak-teriak membuat Agnes makin ketakutan.

“Kemarikan dia Bill….HEY BABE, I BET MY COCK WOULD FEEL REAL GOOD WARPED UP IN YOUR PUSSY!” seru Jamal tak sabar, sambil mempraktekkan gaya bercinta penuh napsu. Agnes didorong ke arah Jamal yang segera merangkul nya dari depan.

Mulutnya segera mencari dada cewek itu, sementara pinggulnya bergerak maju mundur seakan sedang bercinta dengannya.

“Wooooo…. Wooooou…..FUCK YOU GIRL, FUCK YOU…..” Jamal menggerayangi cewek itu.“Aaaahhhh…….aaam…punnn….aahhh…..jaa…aa ahhhh!!!” jerit Agnes ketakutan. Tiba-tiba dengan satu sabetan, tangan salah satu berandal merobek kemeja putih Agnes, membuat cewek itu terpelanting.

Poltak segera mendekap dari belakang. Sekarang tubuh Agnes hanya mengenakan BH dan celana dalam saja, membuat mereka makin menjadi-jadi.

“Ah…aahh…aahh!” jerit Agnes ketika tangan Poltak yang mendekap tubuhnya dari belakang mulai menggerayangi pahanya yang putih mulus.

“Kita akan memberimu pengalaman yang tak terlupakan, manis…ha…ha…ha…” bisik Poltak.

Para berandal lainnya ikutan beraksi. Tangan Edi meremas remas buah dada Agnes. Jamal memburu kemaluan Agnes, sementara Buyung dan Tengkek buka baju dan celana panjang mereka sambil tertawa sinis.

Tubuh para berandal itu terlihat begitu kekar dan berotot. “HEY, SOMEBODY GET BEHIND THE BITCH AND HOLD HER ARMS, I’M FUCKING HER FIRST!” Tengkek memberi aba-aba yang langsung disetujui teman-temannya.

Agnes meronta-ronta di bopong kelima berandal itu keruang tengah. “Jamal, Poltak, kau pegangi tangan dan kakinya, terlentangkan dia di meja ini” perintah Tengkek.Lonceng berdentang menunjukkan pukul 21:00.

Disana Agnes diterlentangkan di atas sebuah meja bundar. Masing-masing tangan dan kakinya dipegangi erat-erat oleh para berandal. Sinar lampu diatas meja membuat cewek itu silau, Agnes hanya bisa melihat tubuh-tubuh kekar mengerubunginya dan tangan-tangan berotot meraba-raba dadanya, wajah sinis dan suara tawa para berandal mengejek ketidak berdayaannya. Lidah Tengkek menelusuri lehernya yang jenjang.

Agnes berontak berusaha melepaskan diri, tetapi apa daya tenaga seorang cewek dibanding dengan lima laki-laki yang kesetanan. Jamal dan Edi memegangi kakinya, sementara tangan kanan dan kiri Agnes dipegangi erat-erat oleh Poltak dan Buyung.

Tengkek mencumbunya dengan kasar dan penuh napsu, tangannya dengan liar meremas-remas buah dada Agnes.

“I CAN SEE THE NIPPLES POKING AT HER BRA!” kata Tengkek yang langsung disambut oleh tawa para berandal.

“HEY, CUT THAT BRA OFF MAN. WHAT’S WRONG WITH YOU?” sahut Poltak sudah tidak sabar lagi.

“Aaaah…..aaah….ooh…jangan…..aahkh!” jerit Agnes ketika dengan satu hentakan kasar tangan Tengkek merobek BH yang dikenakannya. Para berandal makin seru menyorakinya. Mulut Tengkek segera melumat buah dada Agnes yang sintal, sementara tangan kirinya masih meremas-remas buah dada sebelah kanan Agnes.

“Aaaaah….aaoooh…..ooooh…aahh …aaaahh…aaahhhhh….” desah Agnes mengeliat-liat. Putingnya dijilati penuh napsu oleh lidah Tengkek. “Ha….ha….ha…. kau sungguh mengiurkan sayang!” tawa Buyung menelan ludah tak sabar ingin segera menikmati gilirannya. Tengkek sekarang membuka celana dalamnya sendiri, Penisnya yang hitam besar 10 inci itu terlihat tegak siap beraksi.

“Kenyal sekali…..ha…ha…ha…”seru Tengkek sambil menerkam dan mulutnya menciumi buah dada cewek itu dengan buas. Tubuh Agnes mengeliat-liat membusur, sementara buah dadanya diremas-remas sampai merah.

Lidah Tengkek menelusuri buah dada Agnes, lalu turun ke daerah perut dan menjilati pusarnya. Beberapa saat kemudian sambil tersenyum sinis, mata Tengkek memelirik kearah paha Agnes.

“Oooohhh….jangan…..aaahhhh….” hiba Agnes ketakutan tidak berani membayangkan diperkosa oleh kelima berandal kekar dan berotot. Lalu tangan Tengkek mulai memelorot celana dalam Agnes. Cewek itu berusaha mempertahankannya,

“Ha..ha…ha…percuma kau berontak manis!” ejek Tengkek ketika Agnes berontak sekuat tenaga, tetapi Buyung dan Poltak makin erat memegangi tangan Agnes, perlahan- lahan celana dalamnya terlepas, rambut kemaluan Agnes terlihat ketika celana dalam berwarna pink itu dari pinggul dilorot turun kepahanya dan akhirnya terlepas.

“Cihuuuiiii……Ha…ha…ha….PARTY TIMES… ha…ha…ha….” Teriaknya sambil memutar-putar celana dalam itu, lalu dicium dalam-dalam menikmati aromanya dan dilemparkan kelantai. Mata Tengkek jelalatan memandangi Agnes yang telanjang bulat terlentang diatas meja.

Agnes lemas karena ketakutan, ia tak berani membayangkan para berandal itu akan ‘menelan tubuhnya ramai-ramai’. Para berandal makin ramai menyorakinya, mata mereka jelalatan memandang setiap lekuk tubuh Agnes.

Poltak yang tadi memegangi tangan Agnes digantikan oleh Buyung.  Oooooh…..aaaahh….am…pun…..aaaah…jang… an…aaahh..” hiba tangis Agnes.“Diam!….THERE’S GOING TO BE A BIG PARTY IN YOUR PUSSY TONIGHT…..Ha…ha…ha…kita lihat siapa yang paling hebat bercinta denganmu!” ejek Poltak mendekati Agnes sambil mengeluarkan pisau lipat.

Agnes ketakutan ketika Poltak memainkan pisau itu diantara buah dadanya sambil tersenyum sinis memandang tubuhnya. Pisau itu bergerak kearah puting susunya dan diputar-putar mengelilingi belahan buah dada Agnes yang naik-turun karena napasnya tak beraturan.

Hal itu membuat para berandal benar-benar terangsang. Pisau itu terasa dingin di buah dada Agnes, lalu pisau itu bergerak kearah perut cewek itu dan turun ke daerah bawah pusar cewek itu. Edi menyeringai penuh arti ketika mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Poltak dengan pisau lipatnya.

“Ayo Milo, cukur sampai habis…..ha…ha…ha…ha…” seru Edi kegirangan.

“Aaaahh…..ohhhh…jangan….aaah….” teriak Agnes sambil berontak, tetapi para berandal itu makin mempererat pegangannya, sementara pisau lipat itu dengan buas mulai beraksi mencukur rambut kemaluannya.

“Ha…ha….ha… kesempatan yang langka ini tak akan kami lewat begitu saja. Ayo manis berteriaklah semaumu, tak akan ada yang mendengarmu saat ini.” Ejek Tengkek sambil menerkam buah dada Agnes, diremasnya kuat-kuat membuat cewek itu mengerang kesakitan sementara Poltak mencukur rambut kemaluannya tanpa foam pelicin sehingga Agnes merasa perih. Buyung, Jamal dan Edi yang memegangi kaki dan kedua tangan Agnes tertawa melihat cewek itu meronta-ronta.

“Aaaaaagggg….aaaaoooohh….ooooohhh…oohh.. .” desah Agnes buah dadanya diremas-remas oleh Tengkek. Suara desahan itu membuat para berandal itu makin terangsang. Dengan buas pisau Poltak beraksi, dalam beberapa menit saja rambut kemaluan Agnes telah tercukur habis.

Daerah kulit bawah perut Agnes yang tadinya ada rambut kemaluannya terlihat memerah. Poltak tersenyum puas, Tengkek segera maju sambil mementang kaki cewek itu lebar-lebar, sekarang ia berada diantara pahanya , memandang kemaluan Agnes yang terlihat jelas karena rambut disekitar daerah itu habis tercukur.

“Ha…ha…ha…buah dadamu sungguh lezat, NOW I’LL EAT YOUR PUSSY!” kata Tengkek sambil menjilatkan lidahnya sementara matanya melirik kearah kemaluan Agnes.“Oooooh….lepas…kan….jang…an ..oooOOAAHH!” tangis Agnes terhenti ketika Tengkek mulai menjilatinya.

Lidah itu seakan menjulur panjang menjelajahi lorong Vagina Agnes. Tubuh Agnes mengelinjang-gelinjang, sementara lidah Tengkek bergerak seperti cacing menggali lobang.

“Oooooohhhhh…aaaauuuuoooo…oooouuu…aaaah. ..” Desis Agnes sementara kepalanya hanya bisa menggeleng ke kiri dan kanan. Tubuh Agnes bergetar, tangannya mengepal erat-erat, Poltak menciumi leher dan daerah sekitar ketiak, sambil tangannya mencubit puting susu cewek itu. Jamal melepaskan kaki cewek itu, dan ikutan mencumbu perut Agnes. Lidah Jamal menjilati pusar cewek itu.

“Uuuuuuhhhh….oooouuh…ooohhh…” suara desah Agnes makin keras, ketika lidah Tengkek masuk makin dalam diVaginanya.“Ha…ha…ha….percuma kau berontak sayang, mau tak mau kau akan menikmati pesta ini!” ejek salah satu berandal.

Buah dada Agnes memerah dan mengembang karena remasan tangan Poltak. Tengkek makin bersemangat, ketika Vagina Agnes mulai berlendir. Lidah itu menjelajah makin dalam bersamaan dengan pekik desah Agnes.

Poltak masih mengulum buah dada cewek itu. Putingnya disedot kuat-kuat, membuat cewek itu mengeliat menahan rasa nikmat dan sakit yang bercampur menjadi satu. Tanpa disengaja dari puting buah dada Agnes keluar cairan putih seperti susu.

Poltak lebih bersemangat lagi menyedoti cairan itu, sementara tangannya meremas-remas buah dada Agnes agar keluar lebih banyak.“Uuuuggghhhh……uuuuuhhhh….uuuhhhh….aaauuuhh hhh….” desis Agnes dengan napas tersedak-sedak.

“Ha…ha…ha….ternyata tubuhmu menghianatimukan? Diam-diam kau menikmatinya……BITCH!!!!” ejek Poltak sambil menyedoti buah dada Agnes, kanan-kiri. Lonceng berbunyi menunjukkan pukul 21:30. Rupanya para berandal itu senang bermain-main dengan tubuhnya dan berniat melakukan WARMING-UP sebelum memperkosanya. Agnes hanya bisa mengeliat-liat dikerubuti para berandal yang kekar.

Lidah Tengkek dengan lahapnya menjilati Vagina Agnes. Tidak puas hanya lidah, sekarang jari tangan Tengkek ikutan beraksi. Jari tengah dan telunjuk Tengkek masuk di lobang kemaluan cewek itu, diputar-putar seolah-olah mengaduk-aduk vagina Agnes, sementara lidahnya ikut menjilati bibir kemaluan Agnes.

“Aaaauuuuhhhhh……uuuuuhhh…..aaahhhh” desah cewek itu makin keras, membuat para berandal itu tertawa mengejek ketidak berdayaannya. Jari tangan Tengkek menusuk masuk dan bermain-main dengan klitorisnya, membuat Agnes mengelinjang-gelinjang.

Mata Agnes terpejam, kepalanya menggeleng ke kiri kanan, Jamal menciumi pusarnya, tangan Poltak meremas-remas buah dadanya. Setelah puas bermain-main, Tengkek mementang kedua kaki Agnes. “Tengkek mau pakai kondom?” tanya Buyung.

Tengkek menolak usul Buyung.“NO WAY….Ha…ha…ha….I WANT TO FEEL SKIN TO SKIN…ok sekarang saatnya manis… NOW LETS SEE JUST HOW TIGHT YOUR CUNT IS!” Tengkek mengangkat pinggul Agnes tinggi-tinggi.

Penisnya sekarang digesek-gesekkan disekitar bibir kemaluan Agnes berusaha menyibak belahannya. Mata cewek itu terbelalak kaget ketika merasakan kepala Penis Tengkek yang besar dan hangat. Batang Penis itu berdenyut-denyut dibibir kemaluannya.

“Ohhh…ohhhh sekarang saatnya!” pikiran Agnes melayang jauh ketika Tengkek mulai beraksi menindih tubuhnya.

“Ayo Tengkek cumbu dia sampai mampus……Cihuuui!!!” para berandal itu memberi semangat.

Tengkek merasakan rasa hangat yang mengalir pada kepala batang kemaluannya yang sudah menancap tepat pada pintu gua kenikmatan milik cewek itu.

Tengkek menekan perlahan, seperempat dari bagian kepala kemaluannya mulai terbenam ….Agnes menahan napas …. ditekan lebih dalam lagi …. separuh dari bagian kepala kemaluannya melesak masuk …. dengan lebih bertenaga Tengkek mendesak batang kemaluannya untuk masuk lebih dalam lagi.

“Ayo Tengkek! sedikit lagi! Masukin saja semua! Biar dia rasain Tengkek!” Poltak menyoraki Tengkek sambil meremas-remas buah dada Agnes.

“AAAgggh!!!!” Pekik Agnes merasakan sesuatu yang menyakitkan dipangkal pahanya ketika seluruh kepala kemaluan Tengkek sudah terbenam kedalam liang hangat miliknya, dengan satu hentakan yang kuat, penis Tengkek menyeruak masuk ke dalam vagina Agnes membuatnya Memekik kesakitan.

Sementara badai diluar mulai turun dengan deras dimulailah pesta perkosaan itu. Agnes terlentang diatas meja bundar diruang tengah, tangan dan kakinya dipegangi erat-erat oleh Buyung dan Edi, buah dadanya dijilati, disedoti oleh Jamal dan Poltak, sementara penis Tengkek mengoyak-koyak vaginanya dengan ganas.

“Aaagh…..aaahh….ooooh….ooohh…” suara rintih Agnes seiring dengan gerakan ayunan pinggul Tengkek yang kuat. Senti demi senti batang kemaluan Tengkek menelusur masuk menerobos keketatan liang kemaluan Agnes yang sudah basah berlendir itu.

Setiap ayunan Tengkek membuat tubuhnya mengelepar kesakitan karena penis yang besar itu berusaha masuk lebih dalam. Suara desahan Agnes membuat para berandal itu makin bernapsu menikmati tubuhnya.

“Ayo Tengkek…..genjot terus sampai mampus….. ha…ha…ha…” seru salah satu berandal.Tengkek merasakan begitu ketatnya ujung kemaluannya terjepit di dalam vagina Agnes, selang beberapa saat penis itu terhenti menerobos keluar masuk.

“CAN’T SEEM TO GET MY COCK DEEP ENOUGH INTO YOU BABY!” Tengkek mengatur posisi pinggulnya, “YOU SO DAMN TIGHT!.” kemudian dengan satu hentakan yang kuat membuat batang penis itu hilang tertelan kemaluan Agnes.

“AAAaaaaggggkkk!!” suara lolong histeris Agnes ketika dengan satu hentakan kuat tanpa masalah penis itu beraksi lagi di liang vagina Agnes yang berlendir, rupanya selaput perawan Agnes robek.

“Uuuugggghhhh…. SO YOU’RE STILL A VIRGIN? Ha…ha…ha….manis, kau tak akan melupakan pengalaman ini!” ejek Tengkek, Penis itu dengan mudah menerjang keluar masuk dengan cepat, sementara tubuhnya menghentak hentak barbar diatas Agnes yang mendesah-desah tak berdaya.

Kemaluan Agnes terasa akan robek oleh desakan penis Tengkek yang menyeruak masuk keluar dalam-dalam seperti membor kilang minyak. Tengkek melengkuh-lengkuh nikmat, pinggulnya berayun-ayun memompa, penis itu keluar masuk.

Kaki Agnes terangkat tinggi diatas meja terayun-ayun seirama gerakan pinggul Tengkek menghujamkan keluar masuk batang penisnya yang dengan barbar beraksi divaginanya. Agnes berharap ia dapat pingsan saat itu juga supaya tidak merasakan sakit yang tak terlukiskan itu.

Para berandal itu menyanyikan lagu “ROW YOUR BOAT”.

“Aaaahhh…aaaahh….ammm….pun….aahh…aaahh…aaahh….sakit..ahhhhh..aaaahhh….”jerit Agnes. Pinggul Tengkek bergerak seperti pompa. Penis itu keluar masuk seiring desahan Agnes.

“Ayo Tengkek coblos terus, coblos…coblos…woooo…wooooo BABY….” teriak Poltak sambil menciumi dada cewek itu. “Delapan puluh delapan……delapan puluh sembilan….sembilan puluh…Ayo…” dengan semangat Edi menghitungi setiap hujaman penis Tengkek.

“Aaaaahhh….wahhhhaaa….aaaah….uuuuh…uuugh….” pekik Agnes, sementara Tengkek berayun-ayun diatas tubuhnya. Cewek itu hanya bisa terisak-isak. Suara petir menyambar di sela-sela badai.

“YEAAAHHH. HOW’S IT FEEL, BABE, HOW’S IT FEEL WITH A REAL MAN’S BIG COCK IN YOUR BELLY? OOOOOOOOOOOOO YOU FEEL SO GOOD, SO HOT.” ejek Tengkek sambil memaksa Agnes yang mendesah untuk melihat penisnya mengenjot keluar masuk lorong vaginanya. Agnes bisa merasakan setiap inci dari otot dibatang penis Tengkek bergerak menelusuri lorong kemaluannya.

“Uuuh…uuuh….uuaah…” lengkuh Tengkek, sudah sekitar setengah jam dia berayun-ayun diatas cewek itu, keringat membasahi tubuh keduanya, tetapi gerakan pinggulnya tetap ganas, penisnya menyodok-sodok dikemaluan Agnes, tangannya menggerayangi pahanya dengan liar.

Sementara itu Poltak membuka celana panjang dan celana dalamnya sendiri, penisnya panjang, (tetapi tidak sebesar Tengkek sekitar 8.7 inci) sudah tegak menegang. Jamal masih asyik menyedoti puting buah dada Agnes.

Sesekali cewek itu berusaha memberontak, tetapi Edi dan Buyung mempererat pegangannya. Tengkek melengkuh-lengkuh nikmat di atas tubuh Agnes yang mengeliat-liat menahan berat tubuh Tengkek yang menindihnya.

“Seratus enam puluh enam…… seratus enam puluh tujuh…..seratus enam puluh delapan…..ayo Tengkek taklukan dia….ha…ha…ha…” Edi menyemangati yang langsung diikuti oleh para berandal yang lain.

“Seratus tujuh puluh tiga….seratus tujuh puluh empat…seratus tujuh puluh lima….” Para berandal yang lain ikutan menyemangati Tengkek. Tubuh dan buah dada Agnes berguncang-guncang seirama dengan hentakan genjotan Tengkek yang makin liar.

Vaginanya terasa terbakar oleh gesekan penis Tengkek yang buas. “Aaaaaaahhhh…..aaaaaa….aaaaaahh…..aahhhh…. ..ooooohhh” Agnes melolong menahan sakit.

“Ayo…….ayo….seratus delapan puluh delapan…..seratus delapan puluh sembilan….seratus sembilan puluh….ha…ha…ha…” Edi memberi semangat. “Uuuuaah….uuuuuh….uuughh…tubuhmu nikmat sekali!”

Tengkek mengejek Agnes yang mengigit bibirnya menahan sakit. Pinggulnya maju mundur diantara selangkangan cewek itu. Jamal dengan gemas mengigit puting buah dada Agnes, sementara tangannya yang satu meremas- remas buah dada sebelah kanan.

“Aaaaahh……uuuughhh…..uuughh…uuukkkh….ooo uuuughh…” rintih Agnes, sementara gerakan Tengkek mulai pelan, tapi mantap. “Seratus sembilan puluh enam…..seratus sembilan puluh tujuh….” Semua berandal menyemangati Tengkek.

Batang penisnya keluar masuk dengan barbar.“”I’M COMING, BABY!” lengkuh Tengkek.“OH GOD! NO, PLEASE ! NOOOOO!! NOO! DON’T COME INSIDE ME!!! NOOO, PLEASE!!!!…..AAAKKKHHHH!” kepala Agnes terjengkang keatas, sementara terdengar suara lolong kesakitan ketika batang penis itu menghujam dalam-dalam divaginanya.

Dengan satu hentakan kuat Tengkek mencapai klimax, penisnya menyemburkan sperma dalam lorong kemaluan Agnes.

“Uuuuuugggh…..ha…ha…ha….bagaimana?” ejek Tengkek sambil mencabut penisnya dengan perkasa.“kau akan digilir sampai pagi!!…..ha…ha…ha…NEXT!!!” seru salah satu berandal.Sementara itu kilat diluar menyambar-yambar, waktu itu pukul 22:25.

Agnes hanya bisa terisak-isak, Poltak maju sambil menyeringai. Tanpa perlawanan yang berarti, Poltak sudah berada di antara selangkangan cewek itu.

“Ha…ha…ha…IS MY TIME TO RIDE, BABY I’M GONNA TAKE MY TIME AND FUCK YOU NICE AND SLOW. LET’S SEE HOW LONG I CAN KEEP MY DICK HARD IN THIS WONDERFULLY TIGHT CUNT OF YOURS. SEE HOW LONG I CAN KEEP YOU MOANS…..!” ejek Poltak, sementara batang penisnya dengan mudah masuk ke vagina Agnes.

Poltak memulai gerakannya, pinggulnya bergerak memutar, memastikan penisnya masuk penuh, lalu bergerak maju mundur perlahan tapi dalam. Pinggulnya berayun-ayun pelan dan mantap, diantara kedua paha Agnes yang terbuka lebar, sambil meremas-remas buah dadanya.

Kadang jari-jari tangan Poltak melintir-lintir puting susu cewek itu, tubuh Agnes hanya bisa mengeliat-liat, sementara dari bibirnya yang terbuka terdengar suara erangan dan desah. Penis itu beraksi di vaginanya, pinggulnya diangkat ke antara pinggang Poltak yang maju mundur.

Jamal meninggalkan kerumunan menuju kulkas diruang makan. Tengkek duduk disofa, sambil melihat teman-temannya beraksi diatas tubuh Agnes. Buyung masih dengan erat memegangi tangan kanan dan kiri Agnes, juga Edi yang memegangi kedua kaki Agnes.

Suara desah erangan cewek itu bagai musik merdu ditelinga mereka. Tubuh Agnes basah kuyup karena keringat, sementara Poltak melengkuh-lengkuh nikmat.

“Ooooooooohhhhhh…….uuuuuuhhhhh…..uuuhhhh…. .uuhhh…..ha…ha…ha….” suara Poltak, penisnya yang panjang tanpa ampun terus mengenjot kemaluan Agnes. Buah dadanya dijadikan bual-bualan oleh Poltak. Giginya mengigiti putingnya dengan gemas, membuat Agnes menjerit kesakitan. Terlihat bercak-bercak merah bekas cupangan disekitar leher dan dada ditubuh Agnes.

“Aaaahhh…..aaaaoooohhh….ooooohhhhhh…ooooohhh h…..” desah Agnes merasakan penis Poltak menusuk keluar masuk divaginanya. Sudah sekitar lima belas menit Poltak beraksi, tubuh Agnes berguncang-guncang seirama ayunan pinggul Poltak. Pukul 23.10.

Kilat dan guntur bersahutan diluar, membuat jalanan bertambah sepi.“Hah…hah….hah……uuuggghhh…”lengkuh Poltak, sekarang ayunannya tidak perlahan seperti pertama, tetapi berirama cepat dan dalam. Vagina Agnes terasa perih terbakar oleh gesekan penis Poltak.

“Ha….ha…ha….. tunggu punyaku manis, YOU WILL LOVE IT!” seru Edi sambil mengolesi penisnya sendiri dengan selei sehingga kepala penis itu terlihat gilap dan lebih besar dari yang sebelumnya.

“Uuuuuggghhhh…….uuuuuggghh…… uuuugggghhhh……”desah Agnes pendek seirama keluar masuk penis Poltak di kemaluannya.Edi meremas-remas penisnya sendiri, sambil memandangi setiap lekuk tubuh Agnes.

“Ha…ha…ha….Ed, kau sudah tak sabar ya?……” tanya Buyung sambil matanya terkagum melihat penis Edi yang makin besar, sehingga kepala penis itu seperti jamur.

“Oooooohhhhhh….uuugggghhh…..oooohh……oooohh……..HERE I CAMEEE……!!!!” jerit klimax Poltak, penisnya menghujam dalam-dalam sambil menyemprotkan cairan putih.

“Aaaaaaakkkkkhhhhhhh……oooohhh……” pekik Agnes diantara lengkuhan nikmat Poltak.Poltak mencium kening Agnes yang terlentang terengah-engah diatas meja.“FUCK YOU BABE!…..ha…ha..ha….” ejek Poltak sambil mencabut penisnya.

Posisinya segera digantikan oleh Edi. Kepala penis yang besar itu digesek-gesekkan di antara paha Agnes. Edi memandangi tubuh Agnes yang sintal dan mulus basah oleh keringat.

“LET’S GO TO HEAVEN, manis…ha…ha…ha….” Bersamaan dengan kata itu Edi menciumi buah dada Agnes, sementara tangannya mengesek-gesekkan penisnya di bibir kemaluan cewek itu. Teriakan Agnes tertelan badai yang ganas, pukul 23.45.

Agnes, meronta-ronta tubuhnya membusur digumuli Edi yang penuh napsu, sementara para berandal yang lain tertawa terbahak-bahak. Tangan Agnes yang dipegangi oleh Buyung,membuatnya tak bisa melawan, sehingga dengan leluasa Edi menciumi tubuhnya.

Dari leher, lidah Edi terus menelusur turun ke buah dadanya, disedotnya kuat-kuat buah dada cewek itu, membuatnya mengerang kesakitan, lidahnya menjilati dengan lahap cairan yang keluar dari puting susu Agnes.

Tiba-tiba dengan hentakan yang kuat penis Edi menerobos masuk kemaluan cewek itu. “Aaaaakkkkkkkhhhhh…….”Agnes berteriak kesakitan. Penis itu terus berusaha masuk penuh, Agnes bisa merasakan kepala penis yang besar itu berusaha masuk lebih dalam di vaginanya.

“Uuuuugggghhhhh…..sempit sekali….uuuuaahh…hhhaaaa….”seru Edi sambil terus mendorong masuk penisnya.“Ayo…..Ed,……ha….ha…ha….masukkan semuanya….biar mampus dia!” teriak Tengkek menyemangati Edi.

Sekarang kepala penis itu sudah masuk, Edi diam sebentar merasakan otot vagina Agnes yang berusaha menyesuaikan diri dengan penisnya. Dinding vagina Agnes serasa meremas-remas penisnya, membuatnya lebih tegang.

“Ha….ha…ha….kulumat kau, manis!” bisik Edi sambil mulai menggenjotkan penisnya dengan barbar. Tengkek menciumi leher Agnes, Jamal meremas-remas buah dadanya, Poltak meratakan olesan selai, sedangkan tangan Edi mementang pahanya agar lebih leluasa penisnya bisa maju mundur diliang kemaluan Agnes.

“Aaaahhhh……aaahhhhhh…..aaaggghhhh…aaahhhhh…” lolongan desah Agnes digarap ramai-ramai. Suara desah dan erangan Agnes terdengar bagai musik merdu ditelinga para berandal. Tanpa menghiraukan Agnes yang sudah kelelahan, mereka terus berpesta menikmati tubuh cewek itu.

Bagai menyantap hidangan lezat, mereka melahap dan menjilati tubuh Agnes yang basah, mengkilat karena olesan selai dan keringat. Penis Edi menerobos keluar masuk dengan cepat, sementara disetiap hentakan tubuhnya terdengar erangan Agnes menghiba kesakitan.

Jamal yang meremas-remas buah dadanya sekarang mulai menjilatinya penuh napsu, sedangkan putingnya disedoti agar keluar cairan seperti susu, Tengkek terus menciumi leher Agnes yang jenjang.

“Uuugggh…….uuuuggghhh……..aauughh…..uuugghhh….uuuuggghhh….” rintih Agnes, sudah sekitar lima belas menit Edi berpacu dengan birahi, peluh membasahi tubuhnya. Edi melengkuh-lengkuh penuh napsu, menikmati setiap inci hujaman penisnya dilorong kemaluan Agnes.

“Haaah…..haaah….uuuggh…..bagaimana manis, asik bukan…..kau akan digilir sampai pagi…ha…ha…ha….Haah….haaah….” seru Edi sementara pinggulnya bergerak seperti memompa diantara kedua paha Agnes.

Buah dada cewek itu memerah diremas-remas dengan kasar oleh para berandal. Tubuh Agnes berguncang-guncang dengan ganas seirama ayunan Edi.

“He…he…he…..buah dadamu lezat sekali, ya…..kau akan membayarnya dengan tubuhmu sayang!” ejek Jamal sambil menjilatkan lidahnya keudara sementara tangannya meremas-remas buah dada cewek itu dengan napsu.

Agnes hanya bisa terisak-isak sambil menahan sakit disekujur tubuhnya yang basah kuyup karena keringat dan selai. Penis Edi makin ganas menggenjot cewek itu.

“Aaaauuh…..aaagggh……uuuuugggghhhh…uuuughhhhh….” pikik desah Agnes. Vaginanya terasa panas dan perih oleh gesekan penis Edi yang barbar. Badai masih ganas, didekat lantai meja makan, terlihat BH dan celana dalam Agnes berserakan sementara diatas meja Agnes diperkosa dengan ganas oleh lima berandal yang kekar, tubuhnya dipentang dan dijilati penuh napsu.

Buah dadanya dicengkram dan diremas-remas, lehernya diciumi, puting dan pusarnya dijilati, sementara Edi melengkuh-lengkuh nikmat, cewek itu hanya bisa merintih dan mendesah karena penis besar dan hitam beraksi menghentak-hentak barbar keluar masuk diantara selangkangannya.

Waktu menunjukkan 24:16 Edi sudah hampir mencapai klimax, irama ayunan pinggulnya makin cepat tanpa perduli Agnes yang terengah-engah kelelahan, Jamal menggigit puting buah dadanya, membuat Agnes mengerang kesakitan. “aakkkh….aaahh…ooooohhhh…” rintih Agnes diantara lengkuh nikmat Edi.

“Huuuh…uuuhhh…..uuuuhhh…..uhhhh….HUUAAAHHHH…..” jerit Edi mencapai klimax, dengan satu hujaman yang kuat, penisnya masuk hilang tertelan dilorong vagina Agnes. “Aaaaakkkkhhhh….” jerit Agnes tertahan, tubuh cewek itu mengeliat kejang, lalu lunglai, pingsan kelelahan, sementara penis itu menyemburkan banyak sprema dalam vaginanya.

Peluh menetes dari tubuh Edi yang masih menindih cewek itu. “Ha…ha…ha….tubuhmu sungguh menggairahkan sekali…” Raut wajahnya terlihat puas, beberapa saat kemudian Edi mencabut penisnya, sambil mencium leher Agnes yang masih pingsan. Jamal siap-siap maju mengambil posisi.

“Biarkan dia istirahat dulu, nggak enak kalau nggak ada perlawanan” Cegah Tengkek.“Kita beri dia obat perangsang saja!” usul Buyung sambil tersenyum penuh napsu.“Jangan, kita simpan itu untuk yang terakhir” Tengkek duduk disofa.

Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 24:40, Agnes yang baru saja siuman dibopong ramai-ramai menuju kamarnya, disana cewek itu dilempar ke ranjang dan langsung diterkam oleh para berandal yang sekarang semuanya sudah telanjang bulat.

Cewek itu berusaha berontak melarikan diri, tetapi dengan cekatan para berandal itu menerentangkan tubuh Agnes. Cewek itu berteriak ketakutan ketika para berandal dengan buas menggumuli tubuhnya.

“Aaaahhhh…..aampun…..aaaahhhh….”hiba Agnes, sementara Edi dengan kasar mulai meremas-remas buah dada kanannya. Tengkek berusaha mencium bibirnya yang merah merekah. Poltak menjilati dan menyedoti puting sebelah kiri.

“Aaaaduuuhh…aaaaawww…aaaahhh…..ja….ja….ngan…”teriakan Agnes tak digubris. Jamal maju mengambil posisi diantara kedua kakinya, tersenyum sinis sambil membungkuk menciumi leher cewek itu.

Agnes mengeliat-liat tak berdaya. Lidah Jamal menelusur turun dari lehernya menuju perutnya Agnes. “Aaaaaahhh…..le…paskan…..aaaahhh” jerit Agnes ditengah kerubutan berandal. Jamal mulai menjilati daerah pusar Agnes.

“Manis…tadi kulihat kau suka disco! bagaimana kalau sambil diputarkan lagu…hmmm?…disco…rock…atau metal?….OK metal saja!” Buyung mengejek Agnes. Beberapa saat kemudian terdengar lagu metal, membuat para berandal itu lebih bersemangat menikmati setiap lekuk tubuh Agnes.

“Ha…ha…ha…manis, kami masih belum puas!” ejek Jamal. Buyung membaca surat yang ditemukannya dimeja rias pinggir ranjang. “Hmmmm…..SO YOUR NAME’S Agnes McCarthy….INTERESTING….” gumam Buyung sambil melihat Agnes yang mendesah-desah tak berdaya dijilati dan diciumi teman-temannya.

Beberapa saat kemudian Buyung naik keatas ranjang, berbaring disamping cewek itu. “Nah Agnes sayang, ARE YOU READY TO LOSE YOUR VIRGINITY IN ANOTHER HOLE? kau benar-benar beruntung manis! kau pasti puas!” kata Buyung sambil menjilat muka cewek itu yang menangis ketakutan.

Buyung merangkul tubuhnya dari samping dan digulingkan menghadapkan keatas terlentang sehingga posisinya sekarang dibawah Agnes. “Hai….sayang pestanya dilanjutkan. Manis kau pikir tadi sudah yang paling sakit, tunggu yang ini kau akan rasain sakit yang sebenernya!” kata Poltak sambil menerkam gemas buah dadanya.

“Dan sekarang kau dapat kehormatan manis BECAUSE I’LL TAKE YOUR ASS VIRGINITY!!” mata Agnes terbelalak ketakutan.“Oooohhh….jang…aan…PLEASE!!!!” hiba Agnes disela isak tangisnya. “Agnesy kau akan merasakan sesuatu yang belum pernah kau bayangkan sebelumnya sayang!” ejek Buyung.

Agnes berusaha berontak sekuat tenaga, tapi kerubutan dan remasan dibuah dadanya membuatnya tak bisa berkutik. Agnes didudukkan tepat diatas tubuh Buyung, berandal itu mengarahkan penisnya yang tegak di lobang anus cewek itu dan segera dihujamkan dalam anus Agnes tanpa pelumas sehingga membuatnya menjerit kesakitan.

“AAAAKKKKKKKHHHHHH!!!!” lolong Agnes, sementara penis Buyung (10 inci) masuk penuh dalam anusnya, sekarang cewek itu dipaksa tidur terlentang. Jamal diatas menindihnya sementara Agnes meronta-ronta kesakitan, anusnya terasa sakit oleh batang penis Buyung yang berada dibawahnya.

Jamal yang sudah puas menjilati perut Agnes, sekarang mementang kedua paha Agnes, mengarahkan penisnya (8 inci) ke lorong vagina cewek itu. Apa daya tenaga seorang cewek yang dikeroyok lima lelaki kekar, dengan mudah masing-masing tangan Agnes diikat dengan tali BH dijeruji pilar ranjangnya agar tidak bisa berontak.

Jamal segera memasukkan penisnya ke vagina Agnes yang masih meronta-ronta, sambil tertawa terbahak-bahak. “Ha….ha…ha…. sayang sekarang kau rasakan ini!” sambil berkata seperti itu, Jamal dan Buyung mulai menggoyangkan pinggul mereka.

Penis Buyung bergerak naik-turun dianus sedangkan penis Jamal menyodok keluar masuk seirama nada metal yang makin bersemangat. Teriakan cewek itu tertelan oleh bunyi halilintar yang keras. Usaha Agnes untuk berontak membuat ikatan ditangannya makin erat dan menyakitkan.

Tubuh Agnes meronta-ronta kesakitan, tanpa disadarinya gerakannya itu makin membuat Jamal dan Buyung yang memperkosanya makin terangsang. Tubuhnya mulai menggelinjang kesana kemari, pinggulnya bergerak-gerak ke kanan, kiri, memutar, sementara Buyung yang dibawah mempertahankan kecepatan ritme keluar masuk batang penisnya dianus Agnes.

Suara kecipak akibat gesekan kemaluan mereka berdua semakin terdengar. Sodokan batang penis Buyung dianus Agnes membuat tubuh cewek itu meliuk-liuk tak beraturan dan semakin lama semakin bergerak naik seolah menantang kejantanan Jamal.

“Ha…ha…ha….Agnes kau suka ya? Nih akan kumasukkan lebih dalam lagi! HAAAHHHH!!!!” teriak Jamal sambil bertumpu pada remasan tangannya dibuah dada cewek itu ia menyodokkan penisnya lebih dalam ke vagina Agnes.

“Oooooohhhh……aaahhh….aaahhhh…aahh…ampun…amp..aaaaahhh…aaahh!!!!” erang Agnes kesakitan. Sementara kedua penis berandal itu mengkoyak-koyak vagina dan anusnya, begitu penuh nafsu, ganas dan liar.

Melihat pemandangan itu dan terbakar oleh api birahi, para berandal lainnya sambil tertawa terbahak-bahak melihat ketidak berdayaan Agnes, mereka meremas-remas penis mereka sendiri.

“Ohhh….ha…ha…ha….bagaimana sayang, bagaimana rasanya….puas nggak? tenang pestanya masih lama….tunggu giliran kita…ha…ha…ha..” seru para berandal lainnya.Beberapa menit saja penis mereka sudah tegak tegang siap beraksi kembali.

Ranjang berderit-derit seirama musik metal dan gerakan mereka yang barbar, Agnes ditindih ditengah-tengah mereka yang menghentak-hentak berpacu dalam birahi. Gerakan Buyung bagaikan dongkrak memaksa tubuh Agnes mengelinjang keatas mengundang penis Jamal masuk ke lorong vaginanya, sedangkan gerakan Jamal yang seperti memompa dari atas menekan kebawah sehingga penis Buyung masuk penuh, begitu seterusnya, membuat cewek itu terengah-engah menahan rasa sakit di anus dan vaginanya sekaligus. Buyung menciumi leher, tengkuk, telinganya penuh napsu.

“Uuuggh…uuggh…uuuughhh….” rintih Agnes seirama ayunan kedua penis itu. Cewek itu bisa merasakan seakan-akan kedua penis itu saling bertemu dan bergesekan didalam perutnya, hanya berbeda lorong saja.

Jamal dan Buyung melengkuh-lengkuh nikmat. Buah dadanya diremas-remas dengan kasar sekali oleh Jamal. Agnes merasakan kesakitan, tapi remasan dibuah dadanya membuatnya tetap tersadar. Para berandal yang lainnya bersorak-sorak menyemangati keduanya melahap tubuh Agnes , Penis-penis mereka digesek-gesekkan di tubuh cewek itu.

Waktu menunjukkan Pukul 01:20 sementara pesta perkosaan itu makin brutal terbawa napsu birahi para berandal, sementara itu badai diluar makin ganas dan guntur sesekali menggelegar menelan teriakan Agnes.

Mereka mengerjai tubuh mulus Agnes sampai jam 05.00 pagi, dan meninggalkan Agnes dengan tubuh bugil yang sudah tak berdaya itu sembari tertawa penuh kepuasan.

Keyword Cerita Dewasa

  • cerita pemerkosaan 2016
  • cerita dewasa pemerkosaan
  • cerita dewasa perkosaan
  • cerita pemerkosaan preman
  • Cerita pemerkosaan sedarah
  • cerita perkosaan preman
  • cerita porno dipaksa
  • cerita pemerkosaan di gilir
  • cerita pemerkosaan brutal terbaru 2016
  • cerita perkosaan perawan brutal

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *